Page 263 - Demo
P. 263
226Begini ceritanya. Saat negara menghadapi problematika narkotika, yang bukan cuma soal kimia, tapijuga soal moral, sosial, dan manusia, Yusril Ihza Mahendra muncul bukan sebagai penonton yang sibuk memberikomentar di televisi, melainkan sebagai arsitek perubahan yangsiap menata ulang jalur hukum agar lebih adil dan manusiawi. Bayangkan, di satu sisi Indonesia menghadapi ancamanserius dari penyalahgunaan narkotika, dari sabu hingga ganja,dari pil hingga cairan digital bernama obat-obatan ilegal. Disisi lain, sistem pemasyarakatan kita%u2014yang katanya modern%u2014justru mulai sesak, penuh, dan terancam jebol oleh jumlah narapidana kasus narkotika yang melampaui kapasitas. Di sinilah Yusril mengibarkan bendera, menegaskan: %u201cKedepan, pengguna narkotika harus dibedakan dari pengedar,supaya tidak semua dipenjara, tapi bisa direhabilitasi.%u201dTIGA PULUH ENAMPengguna Berbedadari Pengedar

