Page 280 - Demo
P. 280
243membikin gaduh. Tapi bukannya merengek, ia malahmenjawab dengan gaya khasnya: kalau Anda mau skors saya,lakukanlah. Saya juga akan membuktikan pada Anda bahwasaya bisa jadi doktor, bisa jadi profesor, dan bahkan bisa jadimenteri.Dendamnya bukan dendam sambal balado; itu dendamintelektual. Ia balas bukan dengan teriak-teriak, tapi denganprestasi. Dan suatu hari ketika ia benar-benar sudah menjadiMenteri Kehakiman, seorang tokoh senior yang dulu memarahidan menghukumnya sampai lupa bahwa %u201canak nakal UI%u201d itukini duduk di kursi kementerian. Nasib memang punya humorsendiri; kadang lebih jenaka dari para stand-up komika yangsuka ngaku aktivis di media sosial.Di tengah perjalanan panjang itu, Yusril juga bersentuhandengan aktivis HAM, termasuk almarhum Munir. Di luar,banyak yang mengira keduanya seperti kutub utara dan kutubselatan politik. Padahal mereka sering makan siang bersama,berdiskusi panjang tentang negara, hukum, dan manusia.Mereka berbeda jalan, tetapi bertemu di simpang yang sama:Indonesia yang mesti dibela dengan akal, bukan amarah.Hubungan itu menjelaskan mengapa ketika isu hilangnyaaktivis mencuat belakangan ini, respons Yusril bukan histeria,tetapi tindakan: langsung koordinasi dengan polisi, cek laporan,pastikan tidak ada penghilangan paksa. Ternyata beberapa%u201caktivis hilang%u201d itu justru sedang berjualan barongsai diMalang atau jadi nelayan di Kalimantan. Hidup memangsering memberi plot twist yang tidak disiapkan oleh para oratorjejaring sosial.

