Page 304 - Demo
P. 304


                                    267155 lulusan S1, 119 lulusan S2, 29 berlatar S3. Dan yang palingmencengangkan: 211 anggota DPR tidak mencantumkanpendidikan terakhir.Dua ratus sebelas! Bayangkan, jumlahnya hampir setaradua fraksi penuh. Mereka bukan tidak punya ijazah%u2014tapimemilih tidak mencantumkannya. Seakan latar belakangpendidikan itu semacam aib politik, atau lebih tepatnya: lebihaman disembunyikan daripada menimbulkan pertanyaanpublik. Padahal UU Pemilu hanya mensyaratkan pendidikanminimal SMA. Jadi apa yang ditutupi?Inilah yang membuat sentilan Yusril menjadi relevan. Kalauada anggota DPR yang malu menyebut latar pendidikannya,tapi tidak malu mengatur nasib 280 juta penduduk, itu sudahmasalah kualitas demokrasi, bukan lagi masalah estetikapolitik.Sekarang mari kita zoom out sedikit. Fenomena artis di DPRbukan kejadian baru. Di seluruh dunia, demokrasi %u201cpopulis%u201dsering melahirkan politisi dari panggung hiburan. Dari RonaldReagan sampai Volodymyr Zelensky, sejarah pernahmembuktikan bahwa seorang entertainer bisa tampil sebagaipemimpin jika punya kapasitas dan integritas. Masalahnya:apakah artis-artis yang kita pilih punya itu?Sebagian mungkin punya. Rieke Diah Pitaloka terkenalserius bekerja. Dede Yusuf bahkan jadi Wakil Gubernur.Moreno pernah jadi atlet F1. Tapi sebagian lain%u2026 ya, sebutsaja masih dalam tahap %u201cstudi lapangan politik%u201d, alias masihbelajar memahami mana pasal, mana paripurna, mana fungsilegislasi, mana gala premiere.
                                
   298   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308