Page 303 - Demo
P. 303
266periode 2024%u20132029. Dari jumlah itu, 23 duduk di DPR,sementara 2 melenggang ke DPD dengan suara jutaan %u2014danyang paling fenomenal tentu Komeng, yang mendapat 5,3 jutasuara. Entah ini tanda kualitas atau tanda kita sedangkehabisan tokoh politik yang meyakinkan.Nama-nama yang hadir begitu beragam: Desy Ratnasari,Eko Patrio, Primus Yustisio, Pasha %u2018Ungu%u2019, Uya Kuya, VerrellBramasta, Ahmad Dhani, Melly Goeslaw, Moreno, MulanJameela, Rachel Maryam, Denny Cagur, Nico Siahaan, OnceMekel, Rieke Diah Pitaloka, Iyeth Bustami, Tommy Kurniawan,Nurul Arifin, Dede Yusuf, Dina Lorenza, hingga Nafa Urbach.Kita bahkan punya Anggota DPR yang pakai kostumUltraman saat dilantik%u2014yang tentu saja membuat demokrasikita tambah %u201cberwarna%u201d, walau bukan itu maksud para pendiribangsa.Fenomena ini membuat komentar Yusril terdengar bukansekadar kritik, tetapi serupa teguran orang tua kepada anakanak yang terlalu keasyikan bermain TikTok: %u201cNak, kalaupanggung hiburan sudah tidak laku, jangan semua pindah keSenayan. DPR itu bukan panggung variety show.%u201d Karenasejatinya, demokrasi tidak dibangun dari popularitaspanggung, tetapi dari kemampuan memahami undangundang, membaca history of law, dan mengolah tafsirkonstitusi%u2014yang tidak bisa dipelajari dari naskah sinetron.Namun masalahnya bukan hanya artis. Kita jugaberhadapan dengan persoalan yang lebih sunyi tapi lebihmengkhawatirkan %u2014 pendidikan anggota DPR. Data BPS 2025menyebut, dari 580 anggota DPR, terdapat: 63 lulusan SMA,

