Page 297 - Demo
P. 297
260Tapi di Indonesia? Banyak rakyat langsung curiga.%u201cJangan-jangan kita dipaksa memilih karung tertutup yangisinya kacang-kacangan,%u201d kata mereka. Padahal, kalau partaiprofesional, sistem tertutup bisa jadi berkah: yang masuk DPRbenar-benar kader yang ditempa, bukan dadakan.Ketiga, sistem distrik murni. Sistem ini ibarat kompetisi lariestafet di kampung, bukan lomba di Stadion GBK. Satuwilayah memilih satu wakil. Kalau wakilnya malas, wargasetempat bisa menegur langsung, tanpa perlu mention akunresmi partai. Inggris, Amerika, Kanada pakai sistem ini.Efeknya? Anggota parlemen biasanya punya akar kuat didaerahnya. Mereka bukan cuma mampir saat kampanyesambil bagi-bagi kaus, tapi benar-benar hadir sepanjang tahun.Kekurangannya? Calon yang populer di satu daerah bisamenang walau kualitasnya standar pas-pasan.Di tengah semua pilihan itu, Yusril ingin sistem yang %u201clebihadil, lebih terbuka, lebih bermartabat.%u201d Kata %u201cbermartabat%u201d ini penting. Kita jarang mendengarpejabat menyebut %u201cmartabat%u201d di tengah suasana politik yangsering membuat kita ingin berteriak, %u201cMartabat siapa?%u201d TapiYusril sedang bicara serius: ia ingin sistem yang membuatrakyat benar-benar bisa maju, bukan hanya mereka yangpunya dana kampanye sebesar harga tiga rumah subsidisekaligus.Ia juga ingin sistem yang membuat rakyat berbakatpolitik%u2014mereka yang diam-diam menguasai analisiskebijakan, mereka yang paham ekonomi rakyat, mereka yangtiap hari mengajar, mengorganisir, membangun komunitas%u2014

