Page 292 - Demo
P. 292


                                    255rakyat banyak. Sebab korupsi bukan sekadar kejahatanfinansial; ia mencuri masa depan anak-anak, mencuri pembangunan, mencuri kesempatan orang miskin untuk sekolahdan berobat.Pertanyaannya: kalau begitu mulianya tujuan RUU ini,kenapa sering mandek?Ah, di sinilah pangkal drama. RUU Perampasan Asetmengancam orang yang punya aset tapi tidak jelas asalusulnya. Dan sebagian orang di Senayan atau lingkarankekuasaan mungkin punya alasan untuk cemas. Memangtidak semua merasa bersalah, tetapi cukup banyak yangmendadak batuk-batuk saat RUU ini disebut. Seakan-akanRUU ini bukan aturan hukum, tapi undangan arisan di rumahorang yang mereka hindari.RUU ini seperti lampu sorot yang diarahkan ke sudut gelapruang tamu: kita tidak tahu apa yang ada di sana, tapi merekayang gugup biasanya paling tahu.Karena itu, Yusril berbicara lembut namun tegas. Iamemastikan bahwa pemerintah mendukung, Presidenmendukung, dan masyarakat menuntut. Bahkan Prolegnassudah memasukkan RUU ini sebagai prioritas 2025%u20132026. KataYusril, pemerintah tinggal menunggu DPR membuka pintupembahasan, karena tanpa itu Presiden tidak bisa kirimSurpres, tidak bisa tunjuk menteri, tidak bisa masuk tahapdebat pasal-per-pasal.Kita seperti menunggu kereta yang sudah dijadwalkan,sudah lewat jam, tapi stasiun tetap announcements: %u201dKeretasegera tiba. Mohon menunggu.%u201d
                                
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296