Page 287 - Demo
P. 287
250serupa. Indonesia, dengan UU TPPU dan mekanismeperampasan aset cepat ala Yusril, sebenarnya telah mengejarstandar internasional, namun dikemas dalam konteks hukumnasional dan karakter bangsa sendiri.Yang menarik dari pernyataan Yusril adalah penekananpada kecepatan dan kepastian hukum. Lima belas tahun UUTPPU ada, tapi jarang digunakan secara optimal. Banyak aparat masih terjebak dalam prosedurkonvensional: sidang panjang, verifikasi berlapis, bukti yangmesti dihitung detail seperti akuntan senior. Dengan mekanisme tujuh hari yang dijalankan Yusril,negara menunjukkan: hukum bisa cepat, tetapi tetap sah, tetapbermartabat. Tidak ada jalan pintas, hanya langkah cerdas:gunakan ketentuan yang sudah ada, jalankan dengan disiplin,hasilkan efek nyata bagi masyarakat.Contoh nyata yang bisa disebutkan adalah kasus beberapabandar judi online yang sudah ditangani PPATK dan aparathukum. Transaksi mereka menggunakan dompet digital,kripto, dan sistem pembayaran lintas negara. Jika prosedur biasa, penyitaan bisa molor berbulan-bulan,bahkan menghilang di labirin administrasi. Namun denganmekanisme baru, PPATK bisa menghentikan transaksi,menyita dana sementara, dan dalam 30 hari, jika pemilik asettak mengklaimnya, aset itu resmi menjadi milik negara. Efeknya ganda: moral publik terjaga, ekonomi digital yangsah tidak tercemar, dan efek jera bagi pelaku meningkat.Tidak hanya soal teknis hukum, Yusril menekankan sisifilosofi: negara tidak boleh kalah oleh bandar judi online yang

