Page 290 - Demo
P. 290


                                    253Masuklah Yusril. Dalam wawancara, ia bicara tenang, tapinada kalemnya mengandung ironi yang lebih tajam daripadapisau dapur yang baru diasah. %u201cPresiden sudah berkali-kalimeminta agar RUU ini segera dibahas,%u201d katanya. %u201cRUU inisudah dikirim sejak 2023 oleh pemerintah Jokowi.%u201d Namunseperti kisah sinetron yang tak kunjung tamat, RUU ituternyata belum dibahas juga oleh DPR. Bahkan, ujug-ujugmuncul kabar: DPR mau mengambil alih inisiatifnya.Di titik inilah logika publik megap-megap: %u201cLho, kalausudah mau diambil DPR, kenapa lama sekali? Kenapa harusdipingpong dulu seperti shuttlecock yang dipukul-pukulsampai bulunya rontok?%u201dSungguh, pemerintah menunggu. Presiden menunggu.Rakyat lebih-lebih lagi menunggu. Namun DPR%u2014entahmenunggu apa. Mungkin menunggu tanda-tanda alam, ataumenunggu tanggal baik seperti orang Jawa hendak mantu,atau menunggu keberanian untuk menyentuh RUU yangkalau salah ketik saja bisa membuat beberapa oknum politisimeriang seminggu.Namun mari kita kupas dari akarnya: apa sebenarnyaRUU Perampasan Aset itu?RUU ini mengatur perampasan aset hasil tindak pidanatanpa harus menunggu pelaku divonis bersalah terlebih dahulu.Mekanisme ini dikenal sebagai non-conviction based assetforfeiture (NCB). Dunia internasional sudah biasa. Inggris, Swiss, AmerikaSerikat, Singapura, semuanya memakai metode seperti iniuntuk menindak mafia, kartel narkoba, korupsi lintas negara,
                                
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294