Page 288 - Demo
P. 288
251merusak moral dan ekonomi bangsa. Negara hadir sebagaipelindung, bukan sekadar regulator pasif. Dengan cepat, tegas,dan berlandaskan putusan pengadilan, UU Perampasan Asetmenjadi simbol kedaulatan hukum. Di era digital ini, ketika uang bergerak cepat, informasimenyebar instan, hukum juga harus bergerak cepat %u2014tidakboleh tertinggal oleh teknologi atau kelicikan kriminal.Selain itu, Yusril menekankan pentingnya edukasi dankoordinasi. Aparat hukum harus paham alur PPATK, mediatorkeuangan digital harus mengerti kripto, dan institusi keuanganharus kooperatif. Semua ini menjadi bagian dari komitmenmembangun sistem hukum yang tidak hanya berbasis teksKUHP, tetapi nyata di lapangan, memberi efek langsung padamasyarakat. Konsep %u201chukum untuk manusia, bukan manusiauntuk hukum%u201d yang sering dikutip Prof. Satjipto Rahardjoterasa hidup di sini: cepat, tepat, dan adil.Sebagai penutup, langkah Yusril bukan sekadar retorikaatau pencitraan, melainkan praktik nyata. Publik tidak lagiharus menunggu lama, menonton janji dari balik pagar Istana.Negara sudah bergerak, dan UU Perampasan Aset, yangselama ini hanya dibicarakan, kini dijalankan. Dengankoordinasi Komite TPPU, sinergi PPATK, aparat hukum, dankementerian terkait, perampasan aset bandar judi onlinemenjadi kenyataan, membuktikan bahwa hukum Indonesiabisa cepat, tegas, dan adil%u2014menghidupkan prinsip bahwanegara hadir di tengah masyarakat, menegakkan kedaulatanhukum, dan menjaga moral bangsa.[]

