Page 422 - Demo
P. 422
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA399peace dividend yang harus dijaga melalui konsistensi negara terhadap komitmen yang telah dilembagakan. Dengan pagar ini, demokrasi Aceh dipastikan tidak hanya berjalan karena adanya pemilu, tetapi juga karena aturan mainnya dihormati dengan cara yang sah, partisipatif, dan berkeadilan.KesimpulanPutusan Mahkamah Konstitusi dalam perkara ini menegaskan bahwa kekhususan Aceh tidak dapat dipahami sebagai aksesori politik yang sewaktu-waktu dapat diselaraskan melalui undang-undang sektoral nasional. Kekhususan tersebut merupakan desain konstitusional yang melekat pada kerangka otonomi Aceh, sehingga setiap perubahan menuntut mekanisme yang sah, terukur, dan akuntabel. Apabila kewajiban konsultasi dan pertimbangan DPRA direduksi menjadi pemenuhan prosedural semata, maka kepastian hukum yang dijamin konstitusi tergerus, sebab komitmen yang telah dikodifikasi dalam UUPA berpotensi bergeser dari norma yang operasional menjadi sekadar simbol normatif.Dalam kerangka demikian, kekhususan Aceh ditempatkan bukan sebagai konsesi politik jangka pendek. Ia harus dibaca sebagai arsitektur kelembagaan yang mengintegrasikan nilai perdamaian ke dalam sistem norma dan prosedur penyelenggaraan pemerintahan. Konsekuensinya, komitmen politik yang lahir dari proses perdamaian memperoleh daya tahan institusional yang tidak bergantung pada konfigurasi kekuasaan yang sementara, tetapi ditopang oleh mekanisme hukum yang mengikat dan dapat diuji secara konstitusional.

