Page 251 - Demo
P. 251
214Namun Yusril tidak berhenti pada %u201cIndonesia aman%u201d. Iajuga mengakui satu hal penting: keluarga almarhumah punyahak untuk meminta otopsi ulang. Dan pemerintah menghormatinya. Bahkan, ia menjelaskan dengan jujur bahwa hasil autopsiulang kemungkinan tidak jauh berbeda jika metodenya sama.Ini bukan menutup peluang kebenaran, tetapi menyelamatkanpublik dari sinetronisasi penyelidikan forensik %u2014yang seringdianggap bisa memunculkan twist seperti film detektifSkandinavia.Lalu muncul usulan yang jauh lebih konstruktif danelegan: joint investigation. Kerja sama penyelidikan antaraotoritas Indonesia dan Brasil. Ini bukan hanya tanda keseriusan,tetapi juga cara agar kedua negara melihat fakta yang samadengan mata yang sama. Ini prosedur yang di banyak negaradipuji sebagai mekanisme investigasi paling fair. Kolaborasiseperti ini pernah dilakukan dalam kasus-kasus internasionallain%u2014ketika kecurigaan lintas negara tidak cukup dijawab olehsatu laporan lokal.Di sisi lain, Kementerian LHK berbicara dengan bahasayang berbeda%u2014lebih emosional, lebih administratif, lebihpenuh harapan agar tragedi ini menjadi pelajaran soal peralatanpendakian dan keselamatan jalur Rinjani. Tapi Yusril, dengangaya %u201cmenko filsuf%u201d, menempatkan tragedi ini sebagaiperistiwa yang harus diproses dengan kepala dingin danmekanisme hukum yang jernih. Tidak terseret opini, tidakpanik diburu headline.Pertanyaannya, apakah ini berarti Indonesia terbebas dari

