Page 320 - Demo
P. 320
283lapangan%u2014terutama saat menghadapi demonstrasi%u2014masihdianggap represif oleh masyarakat.Dengan puitis yang tidak disengaja, Yusril menggambarkan Polri sebagai lembaga yang sudah dipisahkan dari TNIdi atas kertas, tetapi masih belum sepenuhnya merdeka di hati.Inilah yang membuat Presiden menunjuk mantan Wakapolri,Ahmad Diri, sebagai penasihat khusus. Inilah pula yangmembuat rencana pembentukan Komite Reformasi Kepolisianmenjadi prioritas.Lalu muncul pertanyaan panas: kenapa pemerintah tidakmembentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) seperti yangdiminta sebagian demonstran? Bukankah TGPF identikdengan transparansi?Di sinilah Yusril memakai gaya khasnya: tidak meledakledak, tidak defensif, tetapi menjelaskan perlahan seperti gurubesar menjelaskan kenapa tugas mahasiswa harus diketikbukan ditulis tangan. Pembentukan TGPF, katanya, memilikiketerbatasan. Pemerintah memilih langkah lain yang dianggaplebih cepat, lebih efektif, dan tidak bertabrakan denganmekanisme hukum yang sudah berjalan. TGPF mungkinterlihat gagah di atas kertas, tetapi implementasinya tidakselalu memberikan hasil yang tegas dalam waktu singkat.Apalagi ketika proses internal sudah diolah oleh kementerian,kepolisian, dan lembaga-lembaga terkait.Dengan kata lain: TGPF itu ide bagus, tetapi bukan yangpaling cocok dalam momen ini.Namun, yang menarik adalah cara Yusril menegaskanbahwa aspirasi rakyat tetap diperhatikan. Bukan sekadar

