Page 319 - Demo
P. 319
282seperti rumah besar yang pondasinya kokoh, tapi atapnyabocor, kamar mandinya mampet, dan tetangganya sukanumpang parkir. Lengkap.Lalu kita masuk ke inti drama nasional: demonstrasidemonstrasi yang meletus di berbagai daerah sejak bulanAgustus. Dari mahasiswa yang membentangkan poster sepertikertas ujian terakhir, hingga ibu-ibu kampung yang proteskarena pajak daerah naik gara-gara transfer pusat berkurang.Ada pula tuntutan mengenai UU Perampasan Aset, revisi UUPemilu, bahkan reformasi DPR. Rakyat, kata Yusril, sedangmenyuarakan ketidakpuasan yang nyata, dan pemerintahmendengarnya.Yusril menjelaskan bahwa 17+8 tuntutan yang dibawademonstran tidak semuanya bisa diwujudkan seperti memesanbakso via ojek online. Ada yang bisa segera%u2014ada pula yangbutuh ritual panjang, termasuk revisi Undang-Undang PartaiPolitik, UU Pemilu, sampai UU Susduk DPR. Ia mengingatkanbahwa pemilu tidak bisa digeser dari siklus lima tahunan, jadipermintaan agar %u201cPemilu diubah segera%u201d itu ibarat minta mieinstan dimasak tanpa air%u2014secara teori bisa saja, tapi hasilnyabencana.Dari semua tuntutan, yang dianggap paling mendesakadalah reformasi kepolisian. Di sini, Yusril berbicara bukansebagai komentator, tetapi sebagai salah satu arsitek UU Polritahun 2002. Ia mengakui: setelah 20 tahun lebih, banyakharapan reformasi itu tidak terwujud. Wajah Polri masih terasamiliteristik, pangkatnya masih mirip tentara, kurikulumpendidikan belum sepenuhnya sipil, dan perilaku di

