Page 313 - Demo
P. 313
276Setiap kali Yusril Ihza Mahendra membuka mulutmembahas sistem pemilu, orang sering lupa satu halkecil yang justru penting: beliau pernah%u2014walau hanyaseumur jagung kukus di warung tepi rel%u2014duduk sebagaianggota DPR. Tepatnya Oktober 1999. Singkat betul? Iya. Tapi jangan salah, sebulan di Senayanitu ibarat sebulan mondok di rumah mertua: kesannya bisaabadi, apalagi kalau isinya penuh drama politik pascaReformasi, ketika Indonesia baru belajar bernapas tanpabayang-bayang orde sebelumnya.Itu sebabnya, ketika Yusril membandingkan DPR 1999dengan DPR hari ini, ia bukan sedang berkhayal macam PakRT nostalgia zaman karang taruna. Ia bicara sebagai orangyang melewati era ketika partai masih punya denyut ideologidan seleksi kader tak ditentukan jumlah follower TikTok. EMPAT PULUH EMPATSebulandi Senayan

