Page 310 - Demo
P. 310


                                    273Di sinilah pemandangan dari Swiss-Belhotel Pondok Indahmenjadi epik. Hujan mengguyur Jakarta, banjir menyapakanan-kiri, tapi para tokoh partai gurem itu datang juga,seperti peziarah demokrasi yang menolak mati. Merekamembentuk Sekretariat Bersama Gerakan Kedaulatan SuaraRakyat untuk membahas satu hal: turunkan threshold. Yang 4persen minta jadi 2 persen. Yang 2 persen minta jadi nol. Yangnol persen minta%u2026 ya, nol persen juga, demi akal sehat pemiluproporsional.Ada Hanura yang tersingkir sejak 2019, ada Partai Buruhyang kehilangan sekitar 1 juta suara, ada PPP yang untukpertama kalinya dalam sejarah tak masuk DPR karena hanyameraih 3,87 persen. Ada Perindo yang sudah dua pemilu berlaritapi belum pernah mencapai garis Senayan. Bahkan Prima,partai yang sempat dirundung kontroversi verifikasi, ikut merapat. Mereka bukan sekadar partai gagal, mereka adalah parapenjaga pintu kecil demokrasi yang kini diperkecil lagi olehaturan.Yang lucu tapi pahit adalah: PSI%u2014yang digawangi putrabungsu Jokowi%u2014tidak pernah hadir dalam pertemuan itu.Padahal platform politik mereka sering meneriakkan antioligarki dan pembaruan sistem. Mungkin jadwalnya bentrok.Mungkin masih sibuk syuting konten. Atau mungkin, entah,sudah nyaman dengan struktur yang ada.Di sisi lain, debat antar-partai terkait RUU Pemilu pun takkalah jenaka. Komisi II dan Badan Legislasi ribut soal siapaberhak membahas RUU Pemilu. Ini seperti dua tetangga ributmau rebutan kursi plastik yang sama-sama bolong, tapi merasa
                                
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314