Page 362 - Demo
P. 362
325masyarakat, hukum modern harus mampu menegakkankeadilan secara merata, bukan hanya bagi kasus yang menjadiviral di media sosial. Nilai-nilai moral yang diwariskan kerajaan Melayu menjadi pengingat bahwa hukum tidak boleh kehilangan orientasiterhadap kebenaran dan kesejahteraan publik. Tanpa roh moralini, teknologi hukum seperti e-court, AI, dan blockchain hanyamenjadi alat administratif tanpa keadilan substantif.Selain itu, kunjungan Yusril ke makam Sultan MahmudRiayat Syah dan Masjid Sultan menegaskan hubungan antarakepemimpinan moral dan penegakan hukum. Pemimpin yangadil, seperti Sultan Mahmud, tidak hanya menegakkan aturan,tetapi juga menanamkan nilai keberanian, integritas, dankejujuran dalam setiap keputusan. Nilai-nilai ini seharusnyaditerjemahkan ke dalam budaya birokrasi modern: aparathukum dan penyelenggara negara harus mampu memadukanaturan formal dengan pertimbangan moral, historis, dankultural. Inilah yang membuat hukum tidak hanya sah secaralegal, tetapi juga sah secara sosial dan moral.Selain itu, warisan budaya Melayu%u2014dari bahasa, seni,hingga permainan tradisional%u2014menjadi sumber inspirasi bagipenegakan hukum yang humanis. Permainan gasing, ritualadat, atau struktur sosial kerajaan mengajarkan disiplin,musyawarah, dan kesabaran, nilai-nilai yang sejajar denganprinsip keadilan. Dalam perspektif Yusril, hukum yangmenegakkan nilai-nilai ini akan lebih diterima masyarakat,karena hukum bukanlah sesuatu yang dipaksakan, melainkansesuatu yang hidup bersama budaya dan moral masyarakat.

