Page 365 - Demo
P. 365


                                    328Mari kita duduk sebentar di bawah pohon rindanghukum Indonesia, menarik napas dalam-dalam,dan menelisik akar-akar yang menegakkanbangunan hukum kita. Prof. Yusril Ihza Mahendra, dengan wibawa yang taktergoyahkan, menegaskan satu hal yang kerap terlupakan:hukum Indonesia tidak lahir dari satu mata air, melainkan daritiga sumber yang bersatu dalam simfoni, dalam orkestrasi besaryang harus dijaga agar nada keadilan tetap harmonis. Namun, ironisnya, yang kerap menonjol di mata publikadalah hukum Barat %u2014dalam bentuk kodifikasi Belanda yangkita kenal sebagai KUHAP dan KUHP%u2014 seolah menguasaipanggung utama, sementara sumber hukum lain, Islam danadat, berperan di balik layar, diam-diam menyuntikkan rasakemanusiaan dalam setiap keputusan.LIMA PULUH DUATiga SumberMata Air
                                
   359   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369