Page 263 - Demo
P. 263


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA240pembatasan kekuasaan agar independensi tidak bergantungpada kemurahan kebijakan yang elastis. Konsekuensi doktrinal dari putusan ini relevan pada tiga lapis. Pertama, pada lapis teori, putusan ini memperkaya konsepsi independensi kehakiman dengan menegaskan independensi sebagai konsep berlapis yang memerlukan prasyarat institusional dan material. Independensi dipahami sebagai desain yang menggabungkan larangan intervensi langsung serta penataan prasyarat agar hakim dapat bekerja tanpa ketergantungan dan tanpa rasa takut. Kedua, pada lapis teknik legislasi, putusan ini menunjukkan bahwa pengujian konstitusionalitas dapat berfungsi sebagai pengawal kualitas legislasi pada level delegasi dimana Mahkamah memulihkan keseimbangan dengan memastikan pembentuk undang-undang tetap menentukan kerangka, pelaksana menjalankan dalam kanal yang tepat, dan publik memperoleh kepastian instrumen. Ketiga, pada lapis kebijakan ketatanegaraan, putusan ini memberi sinyal bahwa kesejahteraan dan keamanan hakim merupakan bagian dari desain independensi, sehingga membutuhkan pengaturan yang stabil, akuntabel, dan dapat diawasi.Berdasarkan tiga lapis tersebut, rekomendasi normatif artikel ini adalah perlunya standardisasi minimum kesejahteraan dan keamanan hakim pada instrumen regulasi yang stabil dan memiliki kanal pertanggungjawaban yang jelas. Standardisasi minimum tidak harus memerinci angkaangka remunerasi secara kaku, namun perlu menetapkan parameter dasar dan kerangka kewajiban negara, agar jaminan material tidak diposisikan sebagai variabel kebijakan yang dapat berubah tanpa kepastian jalur. Dengan kerangka 
                                
   257   258   259   260   261   262   263   264   265   266   267