Page 481 - Demo
P. 481
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA458hambatan administratif yang menutup akses WNI pada Hak Milik/Hak Guna Bangunan%u2014sebuah diskriminasi sipil yang bersifat tidak langsung karena norma tampak netral tetapi dampaknya tidak seimbang. Dalam konteks ini, pendapat Prof. Yusril Ihza Mahendra membantu menegaskan bahwa problem utamanya bukan nasionalitas itu sendiri melainkan ketiadaan instrumen pemisah yang membuat WNI kehilangan perangkat hukum untuk melindungi hak keperdataannya.Karena itu, Mahkamah memilih jalan korektif yang terukur yakni tetap menjaga asas nasionalitas, tetapi menyatakan Pasal 29 UU 1/1974 inkonstitusional bersyarat dengan memperluas ruang perjanjian perkawinan agar dapat dibuat juga selama ikatan perkawinan. Putusan ini menandai konstitusionalisasi hukum privat bahwa elasi perkawinan dan perjanjian tidak boleh memproduksi pengurangan hak warga negara, dan negara wajib menghadirkan kepastian hukum yang adil melalui mekanisme yang melindungi pihak ketiga sekaligus memulihkan otonomi, kesetaraan, dan perlindungan hak milik WNI dalam perkawinan campuran.

