Page 478 - Demo
P. 478
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA455sebagai instrumen untuk mencegah kedzaliman.647Menariknya, Putusan 69/PUU-XIII/2015 jarang dibaca sendirian. Ia sering dipasangkan dengan Putusan MK lain, seperti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 80/PUU-XIV/2016 mengenai kewarganegaraan anak hasil perkawinan campuran. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa kedua putusan tersebut bersama-sama membentuk pola baru sehingga konstitusi digunakan untuk memperkuat, bukan melemahkan, posisi WNI dan keluarganya dalam dunia yang kian lintas-batas.Dari sudut pandang kewarganegaraan, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 mengirimkan sinyal bahwa negara tidak boleh memaksa warganya memilih antara menikah lintas negara dan mempertahankan hak sipil mereka. Kewarganegaraan Indonesia%u2014yang sudah dijadikan pilihan sadar oleh banyak WNI dalam diaspora%u2014harus datang dengan paket hak yang utuh, termasuk hak milik atas tanah dan bangunan di tanah air.Dalam praktik, hal ini memperkuat daya ikat Indonesia terhadap warganya di luar negeri. Seorang WNI yang menetap di luar negeri tetapi ingin tetap berinvestasi dalam bentuk rumah, apartemen, atau tanah di Indonesia, tidak lagi dikebiri hanya karena pasangannya berkewarganegaraan asing. Di tataran ekonomi, ini membuka kembali arus investasi diaspora; di tataran sosial, ia mengurangi perasaan asing di negeri sendiri yang sering dirasakan WNI dalam perkawinan campuran.647. Auliya Akbar, Suwandi, dan Fakhruddin, %u201cImplikasi Pembuatan Perjanjian Perkawinan Terhadap Tujuan Perkawinan (Tinjauan Maq%u00e2shid Al-Syar%u00ee%u02bbah Ibn %u2018%u00c2sy%u00fbr).%u201d

