Page 479 - Demo
P. 479


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA456Dampak positif lain yang tidak kalah penting adalah perubahan cara pandang para pelaku hukum dan masyarakat terhadap hubungan antara perkawinan, harta, dan risiko hukum. Sebelum putusan, banyak persepsi yang bercampur antara moralitas, nasionalisme, dan ketakutan terhadap sanksi agraria. Bank, notaris, pengembang, dan bahkan pejabat pemerintah sering mengambil posisi ultra-hati-hati sehingga lebih aman menolak permohonan WNI kawin campur, menurunkan status hak menjadi Hak Pakai, atau menganjurkan solusi tidak jujur (seperti menyembunyikan status kawin), daripada berhadapan dengan risiko dianggap melanggar UU 5/1960.648Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUUXIII/2015 membantu menggeser pola pikir ini. Ia menjelaskan bahwa perlindungan terhadap tanah nasional bisa dibuat kompatibel dengan perlindungan hak milik WNI%u2014asal rezim harta diatur terang melalui perjanjian perkawinan dan dihubungkan secara cermat dengan hukum agraria. Beberapa kajian menunjukkan bahwa, seiring waktu, praktik perjanjian perkawinan pasca-nikah menjadi semakin lazim, terutama pada pasangan pelaku usaha atau perkawinan campuran, dan dilihat sebagai bentuk manajemen risiko yang sehat, bukan tanda ketidakpercayaan.Dalam jangka panjang, transformasi budaya hukum ini adalah efek positif dimana warga negara diajak untuk mengambil peran aktif mengelola hak dan kewajiban mereka, sementara negara dan aparat penegak hukum belajar untuk tidak lagi menyelesaikan kekhawatiran dengan cara melarang secara menyeluruh, tetapi melalui 648. Hidayat dan Sabirin, %u201cAkibat Hukum Pemalsuan Dokumen Perkawinan Campuran di Indonesia.%u201d
                                
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483