Page 472 - Demo
P. 472
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA449pandang hukum perdata, hukum keluarga, hukum agraria, notariat, hingga hukum kewarganegaraan. Di kampus, perdebatan tentang perjanjian perkawinan pasca-nikah, harta bersama, dan perlindungan hak milik WNI dalam perkawinan campuran menjadi tema rutin skripsi, tesis, dan artikel jurnal.Sebelum putusan ini, kombinasi Pasal 21 dan 36 UU 5/1960 dengan Pasal 35 dan 29 UU 1/1974 dalam praktik di tangan bank, notaris,638 dan pengembang sering menimbulkan akibat yang sangat memberatkan WNI yang menikah dengan WNA karena dianggap tidak dapat lagi membeli atau memegang Hak Milik maupun Hak Guna Bangunan, kecuali jika sejak awal membuat perjanjian pisah harta sebelum menikah.Dengan kata lain, pilihan untuk menikah secara campuran praktis dikonversi menjadi semacam cacat sipil secara formal tetap WNI, tetapi secara materiil kehilangan sebagian akses atas hak milik. Dalil Pemohon tentang diskriminasi sipil%u2014bahwa ia diperlakukan berbeda hanya karena suaminya WNA%u2014diakomodasi Mahkamah dengan cara merombak cara baca terhadap Pasal 29 UU Perkawinan dan menghubungkannya secara langsung dengan jaminan konstitusional Pasal 27 ayat (1), 28D ayat (1), 28H ayat (1) dan (4), serta 28I ayat (2) UUD 1945.639Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUUXIII/2015 menegaskan dua pesan normatif penting. Pertama, WNI yang menikah dengan WNA tetaplah WNI dalam arti 638. Rizki, %u201cTanggung Jawab Notaris Terhadap Isi Perjanjian Perkawinan Campuran (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1308/Pdt.G/2019/PN.Dps).%u201d639. Sahbani, %u201cMK %u2018Perlonggar%u2019 Makna Perjanjian Perkawinan.%u201d

