Page 345 - Demo
P. 345
308tua di rak perpustakaan. Ia harus responsif, adaptif, dan%u2014yangterpenting%u2014adil.Ironi terbesar adalah ketika hukum, yang seharusnyamenjadi penopang kesetaraan, justru kerap menjadi alatpengukuh ketidakadilan. Di satu sisi, undang-undang lahiruntuk melindungi warga. Di sisi lain, akses terhadap hukumitu sendiri tidak merata. Bayangkan ada seorang mahasiswayang berani menentang kebijakan universitas yang merugikan,atau seorang aktivis lingkungan yang memprotes reklamasipantai. Di mata hukum, mereka bisa saja dianggapmengganggu ketertiban. Ironisnya, ketertiban yang dimaksudseringkali hanyalah ketertiban bagi mereka yang berkuasa,sedangkan rakyat biasa harus menelan pahit ketidakadilan.Yusril, dengan kesadaran historis dan politisnya,mengingatkan kita bahwa penegakan hukum bukanlah proses

