Page 348 - Demo
P. 348
311adalah cermin keadilan sosial. Dan saat kita menatap cerminitu, kita harus berani bertanya: apakah kita akan terusmembiarkan ketimpangan merajalela, ataukah kita mulaimenata hukum agar benar-benar adil?Di Kota Padang, di hari yang sama, konferensi itu berakhir.Tapi pertanyaan Yusril tetap menggantung di udara, sepertiaroma kopi yang tak pernah hilang dari tepian Sumatera:apakah hukum akan tetap menjadi alat elit, ataukah ia akanmenjadi mercusuar keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?Pertanyaan ini bukan hanya untuk akademisi atau pengacara;ia adalah panggilan bagi seluruh bangsa.[]

