Page 388 - Demo
P. 388
351demokrasi Indonesia: partai politik yang demokratis, pemiluyang transparan, DPR yang akuntabel, dan rakyat yangmerasa diikutsertakan. Reformasi politik bukan proyek satugenerasi, tapi perjalanan panjang yang menuntut kesabaran,kebijaksanaan, dan keberanian untuk membenahi sistem dariakar hingga ujung.Dalam semua itu, Yusril Ihza Mahendra tampil sebagaifasilitator yang bijak: bukan mengontrol ide, bukan mengekang suara, tapi memastikan hukum menjadi jembatan, bukantembok. Kodifikasi RUU Pemilu menjadi sarana agar demokrasi kita tidak sekadar seremoni, tapi benar-benar hidup, berdenyut, dan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.[]

