Page 15 - Demo
P. 15
xivBuku ini berusaha kami letakkan dalam ragam semangat tersebut: mencoba belajar dari putusan, dari perdebatan, dari strategi argumentasi, dari jejak pemikiran yang tidak lahir di ruang hampa. Sebab konstitusi tidak pernah hidup dalam kesunyian. Ia hidup di tengah pergulatan: antara kewenangan dan pembatasan; antara kebijakan dan hak; dan antara kuasa dan akal sehat publik. Ketika kita menyimak Prof. Yusril di ruang sidang, kita seakan diingatkan bahwa negara hukum bukan hanya tentang aturan, melainkan tentang keberanian untuk menalar, dan kedisiplinan untuk membatasi diri.Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong dan membantu penerbitan buku ini. Secara khusus, buku ini kami persembahkan sebagai penghormatan: tujuh dekade perjalanan hidup dan karier Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, sebuah perjalanan yang menegaskan bahwa ilmu, politik, kebijakan, dan litigasi, bila bertemu dalam satu nalar yang tertib, dapat menghadirkan kontribusi yang langka bagi Indonesia. Semoga buku ini menjadi pemantik, bukan penutup, dan membuka percakapan, bukan memonopoli kesimpulan. Jakarta, 20 Januari 2026Penulis

