Page 131 - Demo
P. 131


                                    94Yang kedua, Komisi Reformasi Kepolisian bentukanPresiden, inilah yang diharapkan Yusril akan benar-benarindependen%u201d Kalau Presiden betul-betul serius, katanya, timini harus diisi oleh orang-orang yang paham anatomi hukumdan politik%u201dkepolisian%u201d bukan sekadar purnawirawan nostalgiaatau pengamat yang suka tampil di televisi.Maka, konsep reformasi versi Yusril sejatinya bukangebrakan revolusioner, melainkan %u201creorientasi peradabanhukum%u201d. Ia ingin polisi kembali ke mandat konstitusi %u2014 bukanmenjadi negara dalam negara. Ia ingin Polri yang %u201cmengedepankan akal budi, bukan gasair mata; logika, bukan logistik; hukum, bukan hubungankudengan jenderal itu%u201d.Kalau reformasi ini gagal, katanya dalam nada lirih tapimenusuk, %u201cmaka kita akan kembali ke masa ketika hukumditentukan oleh siapa yang memegang pentungan.%u201dDan di situlah tragedi bangsa akan dimulai lagi %u2014 kali inibukan karena diktator berseragam loreng, tapi karena sipilyang lupa dirinya pernah berjuang melawan militerisme.Mungkin benar, seperti kata Cak Nun: Negeri ini bukankekurangan polisi, tapi kekurangan rasa malu di antara merekayang mengaku ingin menegakkan hukum.Tapi Yusril masih percaya, reformasi bukan proyeknostalgia. Ia adalah ikhtiar menjaga kemanusiaan agar tetappunya seragam nurani.***** 
                                
   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135