Page 134 - Demo
P. 134


                                    97kritik yang lebih dalam dari orasi jalanan mana pun.Namun sayangnya, sebagian orang lebih sibukmenghitung jabatan ketimbang menimbang makna jabatan.Akibatnya, yang seharusnya jadi penjaga konstitusi malahberubah jadi penjaga kursi.Dan inilah tragedi sipilisme kita: ketika lembaga yang duludipisahkan dari militer agar lebih manusiawi, justru perlahanbelajar kembali cara-cara militeristik %u2014 bukan karena dipaksa,tapi karena dianggap lebih cepat menuruti perintah.Reformasi kepolisian, dalam pandangan Yusril, tidak akanselesai hanya dengan mengganti seragam atau slogan. Ia hanyaakan berhasil kalau kepolisian berani mengambil jarak darikekuasaan %u2014 cukup dekat untuk bekerja sama, tapi cukupjauh untuk berkata %u201ctidak%u201d demi hukum.Kalau tidak, Polri akan terus menjadi seperti payung ditangan Presiden: dibuka ketika hujan kritik, dilipat ketikamatahari pujian bersinar. Padahal rakyat butuh polisi yangmelindungi semua, bukan hanya satu istana.Maka, sebagaimana dulu Yusril menulis pasal demi pasaluntuk memisahkan Polri dari militer, kini ia mengingatkan:jangan biarkan Polri kehilangan jiwanya karena terlalu dekatdengan singgasana. Sebab pada akhirnya, hukum yang berpihak hanya padapenguasa bukan lagi hukum %u2014 itu sekadar perpanjangantangan dari ketakutan.[]
                                
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138