Page 437 - Demo
P. 437
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA414melalui formula inkonstitusional bersyarat. Koreksi itu memperluas ruang otonomi suami-istri untuk menyusun perjanjian tertulis sebelum, pada saat, atau selama ikatan perkawinan, serta memperjelas konsekuensi terhadap pihak ketiga dan ruang perubahan perjanjian.Keputusan Mahkamah tersebut dapat dibaca sebagai proses konstitusionalisasi hukum privat, yakni situasi ketika Mahkamah menggunakan norma konstitusi untuk menata kembali relasi norma hukum keluarga dan norma hukum kebendaan demi menghindari pelanggaran hak konstitusional warga negara. Adapun argumentasi Yusril Ihza Mahendra sebagai ahli memiliki nilai analitis yang secara akademik dan praktis kesulitan faktual atau kerumitan birokrasi. Ia mengajukan pembedaan konseptual yang menentukan bahwa harta bersama dalam hukum keluarga adalah rezim internal yang mengatur relasi suami-istri. Sedangkan, kepemilikan hak atas tanah dalam hukum agraria adalah status kebendaan yang ditentukan oleh subjek yang tercatat dan dibatasi oleh prinsip nasionalitas. Dengan pembedaan itu, Yusril menunjukkan bahwa problem utama bukan pada asas nasionalitas itu sendiri, melainkan pada cara norma harta bersama dan pembatasan perjanjian perkawinan bekerja sebagai pengunci sehingga WNI tidak memiliki perangkat hukum yang memadai untuk menghindari konsekuensi administratif yang menghukum.Diskriminasi Hak SipilDalam teori hak asasi manusia, diskriminasi tidak selalu muncul dalam bentuk pembedaan eksplisit yang mudah

