Page 530 - Demo
P. 530


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA507ekonomi.700 Karena itu, adalah wajar bila negara, melalui pajak, membebankan kontribusi yang lebih besar kepada mereka yang memiliki kemampuan membayar yang lebih tinggi. Ini merupakan bentuk pembagian beban yang adil untuk mencapai keadilan sosial. Semakin besar kemampuan membayar, semakin besar pula kontribusi yang dapat dibebankan secara proporsional.Asas proporsionalitas yang ia rujuk terdiri dari tiga sub-prinsip: suitability (kesesuaian), necessity (keperluan), dan proportionality dalam arti sempit.701 Suitability dan necessity terkait dengan dimensi faktual: apakah kebijakan pajak itu secara faktual dapat bekerja dan berkontribusi pada tercapainya tujuan lain, misalnya keadilan sosial. Dalam pandangannya, pengenaan pajak hiburan atas golf memenuhi prinsip suitability dan necessity karena secara faktual menyasar kelompok yang mampu dan dapat menunjang realisasi keadilan sosial. Proportionalitydalam arti sempit diukur secara legal: apakah kebijakan itu dimungkinkan oleh hukum. Dalam hal ini, UU 28/2009 memperbolehkan pajak hiburan dengan tarif maksimal 35%, dan pajak itu tidak dipungut dari pemilik lapangan golf, melainkan dari orang-orang yang bermain golf sebagai penikmat hiburan. Dengan kata lain, kebijakan tersebut secara normatif dimungkinkan oleh undang-undang dan menyasar mereka yang menikmati jasa hiburan.Achmad Sodiki juga mengacu pada data Bank Dunia yang menunjukkan pertumbuhan kelas menengah di 700. Putusan Nomor 52/PUU-IX/2011.701. Yun-chien Chang and Xin Dai, %u201cThe Limited Usefulness of the Proportionality Principle,%u201d International Journal of Constitutional Law, July 26, 2021, moab068, https://doi.org/10.1093/icon/moab068.
                                
   524   525   526   527   528   529   530   531   532   533   534