Page 290 - Demo
P. 290


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA267dalam batas teritorial negara. Jika pencegahan itu dapat diperpanjang berulang, maka pembatasan itu dapat berlangsung lama, bahkan bertahun-tahun. Di mata Yusril, kombinasi pencegahan berulang dan narasi publik yang gencar membentuk situasi yang sangat merugikan, seseorang belum diputus bersalah, tetapi sudah mengalami konsekuensi yang mirip hukuman. Lebih dari itu, ia mengalami konsekuensi yang terlihat oleh semua orang, karena pencegahan terjadi pada titik-titik publik yang mudah diketahui, bandara, imigrasi, agenda luar negeri yang batal, pertemuan internasional yang tidak bisa dihadiri. Publik membaca semua tanda itu sebagai konfirmasi atas tuduhan.Dampak paling berbahaya dari kombinasi ini adalah pengerdilan due process of law menjadi prosedur belaka. Secara teoritis, tersangka memiliki hak pembelaan, hak menguji bukti, hak memperoleh putusan. Namun secara sosial, reputasi sudah dihancurkan terlebih dahulu. Dalam bahasa yang sering dipakai Yusril, ini mendekati character assassination, pembunuhan karakter yang bekerja sebelum pengadilan memberi vonis. Kondisi tersebut menghasilkan ketimpangan yang sulit dipulihkan. Sekalipun suatu saat pengadilan membebaskan, stigma publik tidak otomatis hilang. Dalam konteks inilah propaganda gaya Goebbels dipahami sebagai teknik menghukum tanpa menghukum, menghukum lewat persepsi massa dan pembatasan administratif yang tampil seperti bukti.397Di negara demokratis, problem ini juga menyentuh prinsip equality of arms. Proses hukum ideal menuntut keseimbangan kemampuan para pihak dalam menyampaikan 397. Hans Herma, %u201cGoebbels%u2019 Conception of Propaganda,%u201d Social Research 10, no. 2 (1943): 200%u2013218.
                                
   284   285   286   287   288   289   290   291   292   293   294