Page 287 - Demo
P. 287
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA264belum pernah memberi verifikasi.389 Dengan kata lain, asumsi kebenaran dibangun lebih dulu di ruang wacana, dan peradilan dibiarkan tertinggal di belakang.Salah satu prinsip yang paling sering diasosiasikan dengan propaganda Nazi ialah gagasan the big lie, kebohongan besar atau narasi tunggal yang menyapu kompleksitas.390 Dalam penerapan modern, big lie tidak selalu berarti penipuan. Hal ini dapat berupa penyederhanaan ekstrem yang membuat publik percaya bahwa perkara sudah jelas hitam-putih.391 Misalnya, tuduhan korupsi dipadatkan menjadi angka kerugian negara yang fantastis dan ancaman seumur hidup, lalu diulang dalam konferensi pers, pernyataan pejabat, dan pemberitaan, sehingga publik merasa perkara itu sudah selesai secara moral, meski belum pernah selesai secara hukum. Dalam pengalaman Yusril, pengulangan narasi bahwa dirinya diduga kuat terlibat, disertai penggambaran perkara sebagai skandal besar, membuat ruang pembelaan menjadi sempit sejak awal. Bukan karena pembelaan tidak mungkin disampaikan, melainkan karena atmosfer sosial sudah dibanjiri pesan yang sama, sehingga publik tidak lagi bertanya, melainkan hanya menunggu kapan dihukum?389. Detik News, %u201cDiserang Denny, Yusril: Itu Propaganda Ala Rezim Hitler,%u201d Detik News, March 10, 2012, https://news.detik.com/berita/d-1863541/diserangdenny-yusril-itu-propaganda-ala-rezim-hitler#:~:text=%22Esensi%20kegagalan%20penanganan%20korupsi%20dibelokkan.%20Rezim%20mencoba,dan%20Jozeph%20Goebbels%2C%22%20kata%20Yusril%20Ihza%20Mahendra.390. Dinesh D%u2019Souza, The Big Lie: Exposing the Nazi Roots of the American Left (New York: Regnery Publishing, Incorporated, An Eagle Publishing Company, 2017).391. Nelson Ribeiro, %u201cManufacturing Public: Perception Big Lies, Alternative Facts, and Controlled Language,%u201d in Media and Propaganda in an Age of Disinformation, 1st ed. (London: Routledge, 2025).

