Page 283 - Demo
P. 283
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA260dengan kerugian negara yang besar dan ancaman hukuman berat.381 Dalam narasi tersebut, reputasi seseorang dapat digantung di hadapan publik, sementara di sisi lain terdapat fakta bahwa berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) sejak Januari 2011 tetapi tidak segera dilimpahkan ke pengadilan. Pada saat yang sama, putusan kasasi Mahkamah Agung yang melepaskan Prof. Romli Atmasasmita dari segala tuntutan hukum dipandang menimbulkan konsekuensi logis bagi konstruksi perkara.382 Jika pelaku yang dianggap utama dilepas, muncul pertanyaan mengenai koherensi penuntutan terhadap pihak lain yang ditempatkan sebagai %u201cturut serta%u201d.Dalam kerangka itu, Yusril membaca pencegahan yang terus dipertahankan sebagai gejala bahwa status tersangka dapat dijadikan dasar untuk memperlakukan seseorang layaknya tahanan administratif jangka panjang. Ia mengaitkannya dengan praktik pembentukan opini melalui pengulangan tuduhan di ruang publik, yang ia sebut menyerupai %u201cpropaganda gaya Goebbels%u201d, yakni pengulangan pesan yang sama secara intensif sehingga membentuk persepsi sosial sebelum pembuktian berlangsung di pengadilan.383 Secara akademik, poin yang hendak ditegaskan adalah risiko trial by the press yang mendahului trial by the court, sehingga proses hukum 381. Indonesia Corruption Watch, %u201cKasus Sisminbakum; Jaksa: Yusril dan Hartono sebagai Pelaku,%u201d Indonesia Corruption Watch, May 26, 2009, https://www.antikorupsi.org/id/article/kasus-sisminbakum-jaksa-yusrildan-hartono-sebagai-pelaku.382. Daniel Kurniawan Harsono, %u201cAnalisis Penyelenggaraan Sistem Administrasi Badan Hukum dalam Perspektif Undang-Undang Tipikor (Sisminbakum),%u201d Jurnal Dinamika Hukum 10, no. 1 (2019): 125%u201337.383. Richard Taylor, %u201cGoebbels and the Function of Propaganda,%u201d in Nazi Propaganda (RLE Nazi Germany & Holocaust) (London: Routledge, 2014).

