Page 400 - Demo
P. 400
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA377bencana tsunami 2004. UUPA, dalam narasi Yusril, adalah %u201cdokumen konstitusionalisasi perdamaian%u201d sebagai suatu pertautan antara politik perjanjian dan politik perundangundangan. Maka setiap perubahan yang menyentuh simpulsimpul sensitif%u2014termasuk pengaturan kepemiluan%u2014tidak boleh diperlakukan sebagai manuver teknis yang bebas nilai. Ia harus diperlakukan sebagai tindakan negara yang dapat memengaruhi kepercayaan dan legitimasi perdamaian.Di titik ini, Yusril juga membawa institutional memory ke ruang sidang. Sebagai orang yang terlibat langsung dalam desain rekonsiliasi Aceh%u2013Jakarta, ia memahami bahwa banyak fitur khusus dalam UUPA bukan sekadar preferensi administratif, melainkan simbol politik bahwa pengakuan atas martabat politik Aceh dalam bingkai NKRI.548 Dalam logika itu, konsultasi DPRA bukan prosedur formalistik, melainkan bahasa politik yang mengirim sinyal agar pusat tidak bertindak sepihak, pusat mengajak Aceh bicara dan pusat mengakui bahwa beberapa hal tidak dapat diputuskan tanpa mendengar pihak yang paling menanggung dampaknya. Bila bahasa politik ini diabaikan, Yusril memperingatkan, yang muncul adalah ketersinggungan, keraguan, dan penurunan kepercayaan. Dan dalam masyarakat pasca-konflik, kepercayaan bukan sekadar rasa nyaman; kepercayaan adalah modal stabilitas.Dengan memasukkan dimensi kepercayaan, Yusril menggeser perkara dari sengketa tafsir pasal ke pertanyaan 548. Rahmat Fajri, %u201cYusril Sebut UU Pemerintah Aceh masih banyak Kekurangan, Begini Penjelasannya,%u201d Antara, August 11, 2023, https://aceh.antaranews.com/berita/341559/yusril-sebut-uu-pemerintah-aceh-masih-banyakkekurangan-begini-penjelasannya?page=all#:~:text=Banda%20Aceh%20(ANTARA)%20%2D%20Pakar%20Hukum%20Tata,dapat%20tertuang%20dalam%20UUPA%20sekarang%2C%22%20kata%20Yusril.

