Page 402 - Demo
P. 402


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA379perlu tenggelam dalam perdebatan desain kelembagaan.551Yusril juga memberi ruang bagi Mahkamah untuk membaca permohonan secara substantif, tidak terkungkung secara kaku oleh formulasi petitum. Ia menyadari bahwa Pemohon menekankan inkonstitusionalitas pasal-pasal tertentu. Namun ia menegaskan bahwa substansi kegelisahan Pemohon sesungguhnya adalah prosedural yakni pencabutan dan perubahan UUPA tanpa protokol konsultasi. Karena itu, Mahkamah, sebagai penafsir konstitusi, dapat melakukan pembacaan yang lebih tepat terhadap inti permohonan, bahkan jika itu menuntut langkah yang tidak sepenuhnya identik dengan rumusan permohonan. Dalam teori peradilan konstitusi, ruang interpretasi semacam itu sering dipandang sebagai keniscayaan ketika Mahkamah menjaga konsistensi sistemik, terutama bila yang dipertaruhkan adalah relasi pusat%u2013daerah khusus yang sensitif.Akhirnya, pembelaan Yusril dalam perkara ini dapat diringkas dalam satu proposisi besar bahwa menjaga kekhususan Aceh bukanlah membangun negara di dalam negara, melainkan menjaga konsistensi negara terhadap mekanisme pengakuan yang ditetapkannya sendiri.552 Ia tidak menolak integrasi sistem pemilu nasional, tetapi menolak cara integrasi yang memotong prosedur, melukai kepercayaan, dan mengabaikan etika konstitusional yang melekat pada UUPA. Dalam kerangka itu, pembelaannya 551. M. Anwar, %u201cKecam DPR, Senator Aceh Ungkap Pasal UUPA Hilang dalam UU Pemilu,%u201d Teropong Senayan, July 31, 2017, https://www.teropongsenayan.com/67718-kecam-dpr-senator-aceh-ungkap-pasal-uupa-hilang-dalamuu-pemilu.552. Ninding Julius, %u201cMenko Yusril Bilang Kualat Kalau Tidak Bantu Aceh,%u201d RRI, June 19, 2025, https://rri.co.id/nasional/1594193/menko-yusril-bilangkualat-kalau-tidak-bantu-aceh.
                                
   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405   406