Page 407 - Demo
P. 407
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA384konflik separatis, isu distribusi sumber daya adalah bahan bakar utama. Karena itu, pengaturan fiskal dan kewenangan ekonomi bukan pelengkap, melainkan pilar stabilitas.MoU Helsinki juga mengatur komponen demiliterisasi dan keadilan transisional. Kesepakatan tersebut mencakup pelucutan senjata, penarikan pasukan non organik, serta mekanisme pemantauan internasional melalui Aceh Monitoring Mission.562 MoU juga memuat komitmen mengenai amnesti, reintegrasi, pembentukan pengadilan HAM di Aceh, serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh.563 Literatur mengenai transisi menunjukkan perlunya keseimbangan antara kebutuhan penghentian kekerasan secara segera dan kebutuhan pengakuan atas pelanggaran masa lalu. Kesepakatan yang hanya menghentikan kekerasan tanpa kerangka pengelolaan memori dan pemulihan sering kali rapuh, sementara pendekatan yang mengejar pemenuhan keadilan secara maksimal tanpa mempertimbangkan kapasitas implementasi juga berisiko tidak efektif. MoU memilih desain kelembagaan yang menjanjikan mekanismemekanisme tersebut, meskipun realisasinya di kemudian hari tidak selalu berjalan tanpa kendala.Di sinilah MoU Helsinki layak disebut constitutional peace agreement. Ia bukan hanya gencatan senjata, melainkan rekonstruksi institusional yang mengubah aturan main. Ia 562. Gunnar Stange and Roman Patock, %u201cFrom Rebels to Rulers and Legislators: The Political Transformation of the Free Aceh Movement (GAM) in Indonesia,%u201d Journal of Current Southeast Asian Affairs 29, no. 1 (March 2010): 95%u2013120, https://doi.org/10.1177/186810341002900105.563. Muhammad Sahlan et al., %u201cThe Roles of Ulama in the Process of PostConflict Reconciliation in Aceh: Peran Ulama dalam Proses Rekonsiliasi Pasca- Konflik di Aceh,%u201d Society 7, no. 2 (December 2019): 251%u201367, https://doi.org/10.33019/society.v7i2.106.the word %u201cUlama\\%u201d refers to an Islamic scholar who own boarding school (In Aceh language known as Dayah

