Page 500 - Demo
P. 500


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA477Dari sisi fiskal, para Pemohon memaparkan dengan cukup rinci rangkaian kewajiban pajak yang sudah mereka tanggung sebelum pemungutan pajak hiburan diterapkan. Sebagai pelaku usaha, pengelola lapangan golf sudah membayar PPN atas jasa yang mereka berikan, Pajak Penghasilan (PPh) Badan atas laba yang diperoleh, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) atas tanah dan bangunan yang digunakan, maupun pajak-pajak lain seperti pajak restoran (PB1) untuk fasilitas F&B, pemotongan PPh 21 karyawan, retribusi parkir, pajak reklame, dan retribusi air tanah. Di atas semua itu, memasukkan golf sebagai hiburan berarti menambah satu lapisan pajak baru berupa pajak hiburan yang besarnya ditentukan oleh peraturan daerah masingmasing.666Kondisi ini oleh para Pemohon dibaca sebagai bentuk pajak ganda nasional: objek yang sama (penyediaan jasa penggunaan lapangan golf), wajib pajak yang sama (pengelola lapangan golf dan pada akhirnya para pemain), dikenakan pungutan pajak berlapis%u2014PPN dari pusat, pajak hiburan dari daerah.667 Mengutip pandangan para ahli perpajakan, mereka menegaskan bahwa pajak ganda nasional biasanya terjadi karena kurangnya ketelitian pembentuk undangundang dalam merancang ketentuan pajak, dan pada akhirnya sangat memberatkan wajib pajak.668 Beban ini tidak berhenti di tingkat korporasi; ia akan dialihkan ke konsumen melalui kenaikan tarif sewa lapangan, sehingga para pemain atau atlet turut menanggung dampak kebijakan yang keliru.666. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 52/PUU-IX/2011.667. Ilyas, %u201cAnalisis Hukum terhadap Pengenaan Pajak Ganda.%u201d668. Maverick Gilang Pranyoto, %u201cImplikasi Pungutan Pajak Berganda terhadap Pengenaan Pajak Penghasilan Perorangan atas Dividen,%u201d Jurist-Diction 5, no. 2 (March 2022): 623%u201342, https://doi.org/10.20473/jd.v5i2.34899.
                                
   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503   504