Page 522 - Demo
P. 522
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA499olahraga lainnya. Jika logika pengenaan pajak hiburan hanya bertumpu pada adanya unsur hiburan, maka secara konsisten semua cabang olahraga seharusnya dikenai pajak hiburan. Dalam perkara ini, Pemerintah berargumen bahwa pengenaan pajak hiburan terhadap golf tidak semata-mata karena sifat hiburannya, melainkan karena golf dipandang sebagai olahraga yang banyak dimainkan kalangan berada sehingga subjek pajaknya memiliki kemampuan membayar tinggi, sekaligus sebagai instrumen untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.Mahkamah tidak menolak bahwa pembiayaan otonomi daerah dan pertimbangan kemampuan membayar (ability to pay) dapat menjadi salah satu dasar kebijakan pajak. Namun, menurut Mahkamah, dasar pengenaan pajak%u2014termasuk pajak daerah%u2014tidak dapat semata-mata didasarkan pada kebutuhan pembangunan maupun sekadar mencari objek yang dianggap memiliki kemampuan membayar. Pengenaan pajak harus mempertimbangkan secara cermat jenis kegiatan yang dikenai pajak serta dampaknya terhadap keadilan bagi wajib pajak. Dalam konteks ini, golf diakui sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan di tingkat nasional maupun internasional. Mahkamah juga mengakui bahwa tidak semua orang yang bermain golf melakukannya untuk mengejar prestasi; ada yang melakukannya demi kesehatan, rekreasi, maupun tujuan sosial. Akan tetapi, fakta bahwa golf memiliki fungsi-fungsi tersebut semakin menegaskan bahwa golf tidak dapat diperlakukan semata-mata sebagai hiburan yang layak dijadikan objek pajak hiburan.Mahkamah mengingatkan bahwa pengenaan pajak hiburan atas golf dapat menimbulkan berbagai konsekuensi negatif. Dari perspektif pengembangan olahraga prestasi,

