Page 103 - Demo
P. 103


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA80negara yang memeluk Islam dan menjalankan aktivitas dakwah melalui organisasi yang sebelumnya memperoleh pengesahan badan hukum dari negara.139Problem kepastian hukum juga berkaitan dengan penggunaan kata %u201cmenganut%u201d dalam rumusan larangan. Apabila kata %u201cmenganut%u201d ditafsirkan secara literal sebagai sikap batin atau keyakinan terhadap suatu doktrin, objek pembatasan berpotensi bergeser dari tindakan yang dapat diidentifikasi dan dibuktikan menuju ranah keyakinan atau pikiran. Pergeseran demikian bersinggungan dengan jaminan konstitusional mengenai kemerdekaan pikiran dan hati nurani serta kebebasan beragama yang ditegaskan dalam Pasal 28E ayat (2) dan Pasal 28I ayat (1) UUD 1945. Dalam garis argumentasi yang dikembangkan Yusril, pembatasan melalui undang undang dapat diarahkan pada perbuatan yang nyata dan terukur, tetapi tidak sepatutnya menjatuhkan konsekuensi hukum semata mata atas keyakinan yang belum termanifestasi dalam tindakan yang dilarang.Selain itu, frasa %u201cbertentangan dengan Pancasila%u201d dipersoalkan karena tidak dirumuskan melalui kriteria yang tegas dan operasional. Pancasila memang merupakan dasar negara, tetapi tafsir atas Pancasila dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia bersifat berlapis dan berkembang dalam perdebatan akademik maupun praktik politik, sehingga penentuan %u201cpertentangan%u201d menuntut parameter yang jelas agar tidak berubah menjadi kategori elastis. Penjelasan ketentuan memang menyebut contoh ateisme serta komunisme atau marxisme leninisme, tetapi perluasan 139. BBC News Indonesia, %u201cNegara Islam Ditolak Mayoritas Muslim Di Indonesia, TapiMengapa Impian Itu Tak Pernah Pudar?,%u201d BBC News Indonesia, August 17, 2019,https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49341812.
                                
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107