Page 126 - Demo
P. 126


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA103sipil dan kebebasan keagamaan, desain demikian juga dapat menciptakan efek gentar, sebab ruang dakwah dan ekspresi keyakinan dapat dibaca sebagai objek penindakan melaluikategori yang elastis. Dengan demikian, kritik Abdul Chair tidak hanya mendukung kekhawatiran Pemohon pada level sosiologis, tetapi juga menyajikan argumentasi normatif yang bertumpu pada asas legalitas, due process of law, serta prinsip proporsionalitas pertanggungjawaban pidana.KhilafahSebagian kalangan memandang HTI sebagai gerakan dakwah yang menekankan penguatan identitas keislaman di ruang publik, dengan pola gerak yang tidak menempuh jalur pemilu maupun partisipasi dalam pemerintahan. Sebagian kalangan lain memaknainya sebagai bagian dari jaringan transnasional Hizb ut Tahrir yang membawa agenda politik yang lebih luas, yaitu gagasan pembentukan kembali khilafah sebagai tata politik global.173 Perbedaan pembacaan tersebut menjelaskan mengapa HTI menjadi objek kontroversi bukan saja di Indonesia melainkan juga di banyak negara.Dalam khazanah politik Islam klasik, istilah khilafah pada mulanya merujuk pada konstruksi kelembagaan yang menggambarkan kelanjutan kepemimpinan pasca wafatnya Nabi Muhammad. Di dalam literatur fikih siyasah dan teologi politik, konsep ini mengalami artikulasi yang beragam, antara lain melalui istilah imamah dan wilayah al amma, serta berkembang sebagai teori tentang relasi antara 173. Noman Hanif, %u201cHizb Ut Tahrir: Islam%u2019s Ideological Vanguard,%u201d British Journal of Middle Eastern Studies 39, no. 2 (August 2012): 201%u201325, https://doi.org/10.1080/13530194.2012.711037.
                                
   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129   130