Page 136 - Demo
P. 136


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA113titik uji dari forum peradilan ke penilaian pemerintah pada tahap awal.Sejarah Pembubaran OrmasYusril tidak mengafirmasi gagasan khilafah sebagaimana dipromosikan Hizb ut Tahrir. Dalam berbagai pernyataan publik, Yusril menegaskan penolakan terhadap konsepsi %u201cnegara Islam%u201d dalam pengertian khilafah versi Hizb ut Tahrir.192 Fokus keberatan Yusril justru diarahkan pada kecenderungan rezim hukum yang memungkinkan pembubaran organisasi kemasyarakatan dilakukan secara cepat melalui pelabelan %u201canti Pancasila%u201d, disertai pergeseran titik kendali dari forum peradilan menuju keputusan administratif.193 Pada titik tersebut, keberatan Yusril berangkat dari perspektif hukum tata negara, bukan untuk membela ideologi HTI, melainkan untuk mempertahankan due process of law sebagai pagar atas pembatasan hak berserikat dan berkumpul.Bagi Yusril, Perppu Ormas 2017 tidak semata menyangkut satu organisasi bernama HTI. Perppu tersebut dipahami sebagai simpul dari sejarah yang berulang, yakni kecenderungan negara, dari masa ke masa, membubarkan partai atau organisasi yang dianggap %u201cbermasalah%u201d. Pembubaran adakalanya dikaitkan denganpemberontakan bersenjata, namun tidak jarang pula terjadi dalam konteks ketegangan politik dan perbedaan pandangan 192. Faiq Hidayat, %u201cYusril: Yang Saya Bela Bukan Paham Khilafah HTI,%u201d Detik News, November 7, 2018, https://news.detik.com/berita/d-4291465/yusril-yang-sayabela-bukan-paham-khilafah-hti.193. Kristian Erdianto, %u201cCerita Yusril Di Balik Upayanya Membela HTI...,%u201d Kompas.Com, July 17, 2019, https://nasional.kompas.com/read/2019/07/17/20332481/ceritayusril-di-balik-upayanya-membela-hti?page=all.
                                
   130   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140