Page 138 - Demo
P. 138


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA115pembubaran Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia (PSI) pada tahun 1960.196 Pembubaran tersebut tidak ditempuh melalui putusan pengadilan, melainkan melalui Keputusan Presiden, yaitu Keppres Nomor 200 Tahun 1960 mengenai pembubaran Masyumi dan Keppres Nomor 201 Tahun 1960 mengenai pembubaran PSI, yang kerap dikaitkan dengan dinamika Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia - Perjuangan Rakyat Semesta (PRRI - Permesta) dan konstelasi politik pada periode tersebut.197 Perdebatan akademik mengenai derajat keterlibatan dan konstruksi kesalahan kolektif dalam pembubaran kedua partai tersebut memang tidak tunggal, namun pilihan kebijakan negara menunjukkan kecenderungan memakai mekanisme pembubaran organisasi sebagai respons strategis, alih alih menempuh pembuktian pidana individual terhadap aktor aktor tertentu. Pola ini penting dicatat karena memperlihatkan bagaimana, pada saat ketegangan politik meningkat, instrumen pembubaran dapat berfungsi sebagai tindakan administratif politik yang berdampak langsung pada kebebasan berserikat, serta membentuk preseden tentang mudahnya %u201cstatus organisasi%u201d dijadikan target, dibandingkan pengujian berbasis due process terhadap perbuatan perorangan.Gelombang kedua pembubaran atau penundukan organisasi kemasyarakatan menonjol pada masa Orde Baru. Pada periode ini, negara tidak hanya menggunakan instrumen pembubaran secara langsung, tetapi juga 196. Pratiwi, %u201cPembubaran Partai Politik Di Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin.%u201d197. Ritonga, %u201cKebijakan Kriminalisasi Dalam Undang-Undang Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Studi Atas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Organisasi Kemasyarakatan).%u201d
                                
   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142