Page 205 - Demo
P. 205
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA182dengan jabatan Jaksa Agung.291 Dari perspektif administrasi negara, sorotan semacam ini penting karena menunjukkan satu hal, putusan Mahkamah Konstitusi dapat bekerja sebagai mekanisme audit normatif atas cara pemerintah mengelola jabatan, bukan hanya sebagai mekanisme pembatalan undang-undang. Dalam konteks ini, yang terdampak bukan sekadar legitimasi satu pejabat, melainkan standar tata kelola kewenangan yang bertumpu pada kejelasan dasar jabatan.Sebelum dan sesudah putusan, nama-nama seperti Fajrul Falaakh ikut menulis mengenai polemik keabsahan masa jabatan Hendarman dan makna putusan Mahkamah.292Ragam tulisan itu memperlihatkan pergeseran fokus dari konflik personal menjadi masalah desain institusi. Perkara ini tidak lagi diperlakukan sebagai narasi Yusril versus Hendarman, melainkan sebagai perdebatan tentang teknik pembentukan keputusan Presiden, sifat hierarki kewenangan dalam Kejaksaan, dan implikasi ketidakpastian norma bagi kedudukan warga di hadapan hukum. Di titik ini terlihat dampak pertama putusan, putusan memproduksi bahasa baru untuk menilai kualitas administrasi, yakni kepastian masa jabatan sebagai syarat legalitas kewenangan.Majalah mingguan turut memberi tekanan pada dimensi politik hukum. Tempo, misalnya, memuat kolom %u201cSetelah Hendarman Diberhentikan%u201d yang menyoroti putusan Mahkamah dan dinamika pergantian Jaksa Agung, termasuk pentingnya figur yang berintegritas 291. Eko Prasojo, %u201cMembangun Administrasi Istana,%u201d Kompas.com, September 30, 2010, https://nasional.kompas.com/read/2010/09/30/03091451/membangun-administrasi-istana?page=all.292. Falaakh, %u201cMemaknai Putusan MK.%u201d

