Page 239 - Demo
P. 239
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA216tekanan, baik tekanan ekonomi, tekanan keamanan, maupun tekanan karier. Kesejahteraan dan jaminan keamanan, dalam perspektif ini, bukan privilese korps, tetapi kebutuhan publik untuk memastikan fungsi mengadili berlangsung tanpa ketergantungan. Manakala prasyarat material diletakkan pada jalur kebijakan yang mudah berubah, maka risiko ketergantungan struktural muncul. Ketergantungan struktural ini tidak selalu dalam bentuk intervensi langsung terhadap putusan, tetapi dapat bekerja sebagai mekanisme disiplin yang halus seperti ketidakpastian tunjangan, ketidakjelasan standar fasilitas, atau keamanan yang bergantung pada kebijakan yang mudah dinegosiasikan.Dari tiga bangunan itu, Yusril mengembangkan satu tesis yang relevan bagi studi independensi kehakiman bahwa kepastian hukum adalah infrastruktur independensi. Kepastian hukum bukan hanya hak warga negara, tetapi juga kondisi yang memungkinkan institusi penegak hukum bekerja secara stabil.328 Jika undang-undang mengakui hak tertentu namun jalur pelaksanaannya kabur, maka hak itu tidak memiliki daya kerja operasional yang dapat diprediksi.329Peradilan yang harus menilai tindakan cabang kekuasaan lain tidak boleh berada dalam situasi di mana kesejahteraan dan keamanannya menjadi variabel kebijakan yang sangat fleksibel. Fleksibilitas tanpa batas normatif berpotensi mengubah jaminan konstitusional menjadi 328. Wicipto Setiadi, %u201cPembangunan Hukum Dalam Rangka Peningkatan Supremasi Hukum,%u201d Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 1, no. 1 (May 2012): 1, https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v1i1.103.329. M. Ilham F. Putuhena, %u201cPolitik Hukum Perundang-Undangan%u202f: Mempertegas Reformasi Legislasi Yang Progresif,%u201d Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 2, no. 3 (December 2013): 375, https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v2i3.66.

