Page 245 - Demo
P. 245


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA222independensi keputusan, independensi personal, dan independensi institusional. Di atas tiga lapis itu, berkembang pula konsep independensi material yang menekankan bahwa gaji, tunjangan, fasilitas, serta jaminan keamanan bukan sekadar isu kesejahteraan pegawai, melainkan syarat sistemik untuk menutup celah tekanan dan konflik kepentingan.Dalam studi tata negara, pergeseran teoretis ini penting karena menunjukkan bahwa kemerdekaan kehakiman tidak cukup dinilai dari teks konstitusi. Ia harus diukur dari perangkat yang membuat teks itu bekerja. Dengan kata lain, jaminan konstitusional memerlukan perangkat operasional berupa desain norma turunan dan tata kelola yang konsisten.Pertama, independensi decisional atau adjudicative independence. Dimana hakim harus bebas dari tekanan, instruksi, atau ancaman ketika memutus perkara, baik tekanan dari pejabat eksekutif, aktor politik, pihak berperkara, maupun struktur internal yang menyalahgunakan hierarki.337 Independensi decisional menuntut adanya jaminan kebebasan menilai fakta, menerapkan hukum, dan merumuskan putusan tanpa intervensi.Kedua, independensi personal. Ia mencakup jaminan masa jabatan, stabilitas karier, serta perlindungan dari pemberhentian atau mutasi yang bersifat represif. Banyak sistem hukum menegaskan bahwa hakim tidak dapat diberhentikan kecuali berdasarkan alasan dan prosedur yang ketat.338 Di sini, mekanisme promosi, mutasi, dan penilaian kinerja harus ditata 337. Yanrong Zhao, %u201cThe Way to Understand the Nature and Extent of Judicial Independence in China,%u201d Asian Journal of Law and Society 6, no. 01 (May 2019): 131%u201357, https://doi.org/10.1017/als.2018.27.338. Gar Yein Ng, %u201cThe Transfer of Judges and Judicial Independence,%u201d Hague Journal on the Rule of Law, ahead of print, September 8, 2025, https://doi.org/10.1007/s40803-025-00262-7.
                                
   239   240   241   242   243   244   245   246   247   248   249