Page 249 - Demo
P. 249
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA2262. Model court administration under judiciary: satu atap dan otonomi administrasiModel kedua menekankan pemindahan administrasi peradilan dari kementerian atau eksekutif kepada lembaga peradilan sendiri. Dalam konteks ini, peradilan mengelola organisasi, anggaran operasional, sumber daya manusia non-hakim, serta infrastruktur peradilan.343 Tujuannya jelas yakni mengurangi ketergantungan pada eksekutif dalam hal operasional pengadilan.Model ini sejalan dengan gagasan one roof system yang banyak diadopsi pasca-reformasi di berbagai negara. Namun tantangannya terletak pada kapasitas manajerial dan integritas tata kelola internal.344 Jika administrasi dipindahkan tetapi mekanisme pengawasan internal lemah, maka risiko korupsi dan penyalahgunaan kewenangan bisa meningkat. Maka, otonomi administrasi harus diimbangi dengan audit, transparansi anggaran, dan standar layanan publik.3. Model appointment and tenure safeguards:independensi melalui jaminan masa jabatan dan prosedur pengangkatanModel ketiga mengutamakan perlindungan masa jabatan serta prosedur pengangkatan yang menekan dominasi politik. Negara-negara common law misalnya sering menekankan keamanan masa jabatan, standar etik, serta larangan pemberhentian tanpa proses yang ketat. Di beberapa yurisdiksi, pengangkatan melibatkan kepala 343. F. Andrew Hanssen, %u201cLearning about Judicial Independence: Institutional Change in the State Courts,%u201d The Journal of Legal Studies 33, no. 2 (June 2004): 431%u201373, https://doi.org/10.1086/421572.344. Sufiarina Sufiarina and Efa Fakhriah, %u201cOne Roof Judicial System in Indonesia,%u201d Indonesia Law Review 2, no. 3 (December 2012), https://doi.org/10.15742/ilrev.v2n3.24.

