Page 250 - Demo
P. 250


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA227negara, komisi seleksi, atau mekanisme konfirmasi legislatif.Trade-off muncul pada risiko politisasi pengangkatan. Mekanisme konfirmasi yang terlalu politis dapat memunculkan polarisasi ideologis.345 Sebaliknya, mekanisme tertutup dapat memunculkan eksklusivitas profesi. Karena itu, teori kontemporer menekankan pentingnya kriteria merit, transparansi seleksi, serta prosedur yang menjamin integritas tanpa mengubah hakim menjadi aktor politik.4. Model financial autonomy: perlindungan melalui desain anggaran dan stabilitas remunerasiModel keempat berangkat dari kesadaran bahwa anggaran adalah instrumen kontrol paling efektif. Karena itu, beberapa negara membangun mekanisme khusus penetapan remunerasi hakim melalui komisi independen, standar indeksasi, atau formula tertentu yang membatasi fluktuasi politik.346 Tujuan utamanya mengurangi risiko tekanan melalui pemotongan atau penahanan anggaran.Dalam model ini, independensi finansial bukan berarti peradilan bebas dari pengawasan fiskal. Ia berarti perubahan standar kesejahteraan hakim dilakukan melalui prosedur yang stabil, transparan, dan terikat pada prinsip tertentu, bukan melalui keputusan ad hoc.5. Model keamanan dan perlindungan hakim:independensi dalam konteks risiko dan kriminalitasModel kelima berkembang di negara-negara yang menghadapi ancaman tinggi terhadap hakim, termasuk 345. Jennifer Corrin, %u201cJudge or Be Judged: Accepting Judicial Appointment in an Unlawful Regime,%u201d International Journal of the Legal Profession 16, nos. 2%u20133 (November 2009): 191%u2013209, https://doi.org/10.1080/09695951003784787.346. Jeremiah Osasume Okaisabor, %u201cThe Quest of Fiscal Autonomy for Judicial Independence: The Case of the Nigerian Judiciary and Its Challenges,%u201d African Identities23, no. 3 (July 2025): 756%u201380, https://doi.org/10.1080/14725843.2024.2349613.
                                
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254