Page 248 - Demo
P. 248


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA225diterjemahkan menjadi indikator mengenai bagaimana hakim diangkat, bagaimana disiplin dijalankan, bagaimana anggaran disusun, bagaimana keamanan diberikan, dan bagaimana transparansi dijalankan. Perkembangan ini penting karena memperlihatkan bahwa independensi dapat dirumuskan sebagai paket kebijakan, bukan sekadar deklarasi.Perbandingan antarnegara menunjukkan beberapa model besar dalam menjamin kemerdekaan kehakiman. Tidak ada satu model yang universal, karena setiap model membawa trade-off antara independensi dan akuntabilitas.1. Model judicial council: de-politicization melalui badan pengelola karier dan disiplinModel pertama yang banyak dibahas adalah model dewan yudisial atau judicial council. Dalam model ini, rekrutmen, promosi, mutasi, dan disiplin hakim dikelola oleh suatu organ yang dirancang untuk meminimalkan dominasi eksekutif dan legislatif.342 Contoh klasik ada pada beberapa negara civil law yang membentuk badan khusus untuk menjaga otonomi karier hakim.Namun model ini juga membawa perdebatan bahwa dewan yudisial dapat berubah menjadi arena politik baru jika komposisinya didominasi oleh aktor politik, atau dapat menjadi oligarki profesi jika tertutup dari pengawasan publik. Karena itu, desain komposisi, prosedur pengambilan keputusan, dan transparansi menjadi penentu. Model judicial council ideal menyeimbangkan keterwakilan hakim, unsur masyarakat, serta mekanisme akuntabilitas yang tidak mengorbankan independensi.342. Nuno Garoupa and Tom Ginsburg, %u201cGuarding the Guardians: Judicial Councils and Judicial Independence,%u201d American Journal of Comparative Law 57, no. 1 (January 2009): 103%u201334, https://doi.org/10.5131/ajcl.2008.0004.
                                
   242   243   244   245   246   247   248   249   250   251   252