Page 358 - Demo
P. 358


                                    THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA335harus mendukung tujuan utamanya yakni akuntabilitas dan integritas pemeriksaan keuangan negara. Masa jabatan penuh memberi ruang evaluasi kinerja dan pembentukan konsistensi pemeriksaan, sedangkan masa jabatan singkat dapat mendorong orientasi jangka pendek. Yusril mengaitkan hal ini dengan kehendak konstitusi agar BPK bekerja mandiri, profesional, dan terpercaya. Kemandirian tidak hanya bergantung pada independensi formal, tetapi juga pada stabilitas mandat yang melindungi anggota dari tekanan pergantian.Argumentasi Yusril juga dapat diperkaya dengan perspektif fiqh siyasah yang menempatkan jabatan publik sebagai amanah.485 Dalam tradisi tersebut, amanah menuntut kejelasan batas dan hak yang menyertainya agar tidak terjadi kezhaliman administratif. Ketika negara menetapkan masa jabatan lima tahun, negara menetapkan batas amanah dan sekaligus hak yang menyertai amanah tersebut. Memendekkan masa jabatan tanpa dasar yang jelas berarti mengubah isi amanah secara sepihak, dan ini berlawanan dengan prinsip keadilan serta kemaslahatan.Dari sisi kritik, penekanan pada masa jabatan penuh dapat memunculkan pertanyaan tentang kemungkinan pergantian serentak yang mengganggu kontinuitas. Karena itu, pembacaan Yusril sebaiknya tidak ditafsirkan sebagai penolakan absolut terhadap term terstagger, tetapi penolakan terhadap desain yang tidak koheren. Fokusnya adalah koherensi dan proporsionalitas, bukan preferensi tunggal atas satu model. Hal ini penting agar putusan tidak dibaca sebagai larangan inovasi desain kelembagaan, tetapi sebagai 485. Putusan Nomor 13/PUU-XI/2013.
                                
   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362