Page 392 - Demo
P. 392
THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA THE LANDMARK CASES OF PROF. DR. YUSRIL IHZA MAHENDRA369Kekhususan pemilu Aceh bertaut langsung dengan keberadaan partai politik lokal yang diakui UUPA. Partai lokal merupakan fitur unik Aceh dalam sistem kepartaian Indonesia, dan keberadaannya tidak dapat dilepaskan dari desain perdamaian.534 Pemilu Aceh menjadi arena kompetisi yang sejak awal didesain untuk mengakomodasi partai nasional dan partai lokal dalam satu gelanggang yang adil. Karena itu, mengubah desain kelembagaan penyelenggara pemilu Aceh berarti juga mengubah arena kompetisi yang selama ini menjadi jembatan antara aspirasi lokal dan sistem politik nasional. Dalam perspektif Pemohon, perubahan arena semacam itu tidak dapat dilakukan tanpa keterlibatan lembaga representasi Aceh yang secara konstitusional merepresentasikan rakyat Aceh.Dimensi keempat adalah dimensi kepercayaan dan keberlanjutan perdamaian. Pemohon menyatakan bahwa pengesahan ketentuan yang menyeragamkan dan mencabut dasar UUPA merusak kepercayaan rakyat Aceh terhadap komitmen perdamaian. kepercayaan di sini bukan ornamen retorik, melainkan konsep politiko-konstitusional. UUPA, termasuk pengaturan pemilu dan pengakuan partai lokal, adalah buah kompromi yang mahal secara sosial dan politik. Bagi banyak aktor di Aceh, kekhususan pemilu bukan sekadar teknis kelembagaan, melainkan simbol bahwa integrasi kembali Aceh ke Republik tidak menghapus identitas politik Aceh, melainkan mengakomodasinya dalam bentuk baru yang damai.535 Karena itu, perubahan sepihak tanpa proses 534. Silkika Nurparijah, %u201cPartai Politik Lokal dan Evaluasi dalam Penyelenggaraan Dana Otonomi Khusus Aceh,%u201d Jurnal Lex Renaissance 7, no. 2 (April 2022): 340%u201357, https://doi.org/10.20885/JLR.vol7.iss2.art9.535. %u2019Ulya, %u201cRefleksi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki dalam Kaitan Makna Otonomi Khusus Di Aceh.%u201d

